Jelajah
IMG-LOGO
Berita KKN-T Alma Ata

MAHASISWA KKN-T 38 UNIVERSITAS ALMAATA GELAR KEGIATAN “ESTETIKA DUSUN DARI LIMBAH PLASTIK: TRANSFORMASI SAMPAH MENJADI NILAI SENI DAN KEINDAHAN LINGKUNGAN”

Create By BAGIYONO 20 September 2020 256 Views
IMG

Plastik sudah lama menjadi elemen dalam kehidupan masyarakat. Hampir setiap keluarga di desa memanfaatkan plastik untuk keperluan sehari-hari: tas belanja, botol minuman, atau kemasan makanan. Namun, kendala terjadi ketika plastik yang sulit terurai ini menumpuk di lingkungan. Sungai menjadi tercemar, halaman tampak berantakan, bahkan kesehatan penduduk bisa terpengaruh.

Di tengah isu tersebut, kami KKN-T Alma Ata membuat inovasi yang menarik: bagaimana jika sampah plastik justru menjadi sumber keindahan? Dengan imajinasi, limbah plastik tidak hanya tetap menjadi persoalan, tetapi juga dapat menciptakan keindahan, identitas, serta kebanggaan bagi suatu komunitas.

Estetika tidak harus selalu muncul dalam bentuk seni mahal atau monumen besar. Di desa, keindahan justru muncul dari kreativitas yang sederhana. Sampah plastik dapat diproses menjadi: Pot bunga gantung dari botol bekas yang diberi cat berwarna-warni, menghias teras rumah dan jalanan desa. Lampion malam dari plastik sekali pakai, bersinar menawan saat ada acara syukuran atau festival desa. Gapura khas terbuat dari botol plastik beragam warna yang menjadi simbol masuknya dusun. Mosaik dinding yang terbuat dari pecahan plastik yang disusun menjadi pola batik atau lambang daerah. Karya tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, melainkan juga sebagai ekspresi kreativitas masyarakat desa dalam menyajikan keindahan dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.

 Dengan kata lain, estetika desa dari plastik tidak hanya mengenai keindahan visual, tetapi juga cara untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karya tersebut bukan hanya dekorasi, melainkan bentuk kreativitas penduduk desa dalam menghadirkan keindahan dari hal-hal yang sejatinya dianggap tidak bermanfaat.

Menuju dusun Estetis. Bayangkan sebuah desa yang sebelumnya dipenuhi sampah plastik, sekarang bertransformasi menjadi kawasan yang indah dan berwarna-warni. Jalan kampung dihiasi pot tanaman suspensi. Itu adalah contoh nyata tentang bagaimana sampah plastik dapat diubah menjadi keindahan dusun. Dari permasalahan yang ada, lahir kreativitas yang menghidupkan kampung.

Penutupan

Estetika dusun dari sampah plastik mencerminkan semangat komunitas dalam melestarikan lingkungan sekaligus menghadirkan keindahan. Melalui kreativitas, plastik yang dahulu dianggap beban dapat diubah menjadi hiasan. Sebab pada akhirnya, keindahan dusun tidak hanya ada pada alamnya, melainkan juga pada kapasitas warganya mengubah tantangan menjadi daya tarik.

96,8 FM Radio Gemilang